Tuesday, July 17, 2012

[KULIAH] LAPORAN KURVA SIGMOID PERTUMBUHAN

KURVA SIGMOID TUMBUHAN”
Oleh : Yasinta ana
Pogram Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Universitas Tanjungpura Pontianak

ABSTRAK

Jagung (Zea mays) merupakan tumbuhan lengkap, bagian-bagian atau sel-selnya sehingga laju pertumbuhannya jika digambarkan pada sebuah grafik dapat membentuk kurva sigmoid. Adapun tujuan praktikum kali ini yaitu untuk mengukur laju tumbuh tanaman jagung minggu pertama hingga tanaman jagung (Zea mays berbunga.  Untuk memperoleh kurva sigmoid dilakukan pengambilan sampel dengan 2 perlakuan berbeda yakni secara nondestruktif dan destruktif. secara nondekstruktif, tumbuhan jagung dilakukan pengukuran suhu tanah, suhu udara, kelembaban, dry, wet, evaporasi, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Sedangkan pada destruktif , tumbuhan jagung diukur pertumbuhannya dengan mengambil organ tanaman secara lengkap, kemudian mengukur berat basah dan berat kering dari tajuk tanaman (batang dan daun) serta akar.disediakan. Alat yang digunakan pada praktikum ini kertas milimeter blok, pisau, pot, penggaris, oven, neraca analitik, termometer, dry and wet. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu biji jagung, pupuk serta media tanah (pasir dan tanah bakar) dan air.. Dilakukan perbandingan laju pertumbuhan antara tumbuhan yang diberi pupuk dan tumbuhan yang tidak diberi pupuk, maka diperoleh laju pertumbuhan paling cepat pada tumbuhan yang diberi pupuk. Faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan adalah Faktor internal dapat berupa faktor hereditas dan hormon, sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jagung antara lan air, tanah, dan mineral, kelembaban udara, suhu, udara, suhu tanah, cahaya, dan evaporasi, serta  curah hujan.
Kata kunci : Jagung (Zea mays), kurva sigmoid pertumbuhan, destruktif, nondestruktif, faktor eksternal, faktor internal



PENDAHULUAN
Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. Secara umum pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot, pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume, tapi juga dalam bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tingkat kerumitan. Pertumbuhan biologis terjadi dengan dua fenomena yang berbeda antara satu sama lain. Pertambahan volume sel dan pertambahan jumlah sel. Pertambahan volume sel merupakan hasil sintesa dan akumulasi protein, sedangkan pertambahan jumlah sel terjadi dengan pembelahan sel (Kaufman, 1975).
pertumbuahn dan perkembangan sel menyangut tiga peristiwa yang sederhana, diantaranya :
1.      Pemblahan sel : suatu sel dewasa membelah menjadi dua sel yang terpisah yang tidak selalu serupa satu sama lain.
2.      Pembesaran sel : salah satu atau kedua sel anak tersebut membesar volumenya
3.      Difernsiasi sel : sel yang barangkali sudah mencapai volume akhirnya, menjadi terspesialisasi dengan cara tertentu (Salisburry dan Ross. 1992).

Besarnya pertumbuhan per satuan waktu disebut laju tumbuh. Laju tumbuh suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu. Oleh karena itu, bila laju tumbuhan digambarkan dengan suatu grafik, dengan laju tumbuh pada koordinat dan waktu pada absisi, maka grafik itu merupakan suatu kurva berbentuk S atau kurva sigmoid. Kurva sigmoid pertumbuhan ini berlaku bagi tumbuhan lengkap, bagian-bagiannya ataupun sel-selnya (Latunra, 2012).
Kurva sigmoid yaitu pertumbuhan cepat pada fase vegetatif sampai titik tertentu akibat pertambahan sel tanaman kemudian melambat dan akhirnya menurun pada fase senesen (Anonim, 2008).
Pengukuran daun tanaman mulai dari waktu embrio dengan menggunakan kurva sigmoid juga memiliki hubungan erat dengan perkecambahan biji tersebut yang otomatis juga dipengaruhi oleh waktu dormansi karena periode dormansi juga merupakan persyaratan bagi perkecambahan banyak biji. Ada bukti bahwa pencegah kimia terdapat di dalam biji ketika terbentuk. Pencegah ini lambat laun dipecah pada suhu rendah sampai tidak lagi memadai untuk menghalangi perkecambahan ketika kondisi lainnya menjadi baik. Waktu dormansi berakhir umumnya didasarkan atas suatu ukuran yang bersifat kuantitatif. Untuk tunas dan biji dormansi dinyatakan berhasil dipecahkan jika 50 % atau lebih dari populasi biji tersebut telah berkecambah atau 50% dari tunas yang diuji telah menunjukkan pertumbuhan. Bagi banyak tumbuhan angiospermae di gurun pasir mempunyai pencegah yang telah terkikis oleh air di dalam tanah. Dalam proses ini lebih banyak air diperlukan daripada yang harus ada untuk perkecambahan itu sendiri. (Kimball, 1992).
Pada fase logaritmik ukuran (V) bertambah secara eksponensial sejalan dengan waktu (t). Ini berarti bahwa laju pertumbuhan (dv/dt) lambat pada awalnya, tapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan organisme, semakin besar organisme, semakin cepat pula ia tumbuh. Pada fase linier, pertambahan ukuran berlangsung secara konstan, biasanya pada laju maksimum selama beberapa waktu lamanya. Tidak begitu jelas mengapa laju pertumbuhan pada fase ini harus konstan, dna bukan sebanding dengan peningkatan ukuran organisme. Tapi, pada batang tak bercabang, fase linier tersebut disebabkan hanya oleh aktivitas yang konstan dari meristem apikalnya. Fase penuaan dicirikan oleh pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua (Salisburry dan Ross. 1995).
Banyak factor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh – tumbuahn, tanaman , pohon dll. Apabila factor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut dapat mengalami dormansi / dorman yaitu berhenti melakukan aktifitas hidup. Factor yang mempengaruhi yaitu:
·  Faktor suhu
Tinggi renah suhu menjadi salah satu factor yang menentukan tumbuh kembang, reprouksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius samapai engan 37 derajat celcius temperature yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
·  Faktor kelembaban / kelembapan udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan dimana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnyapenguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
·  Factor cahaya matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis(khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
·  Factor hormone
Hormone pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormone auksin untuk membantu perpanjang sel, hormongiberalin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormone sitokinin untuk mengiatkan pembelahan sel dan hormonetilen untuk mempercepat pemayangan buah (Anonim, 2008).
Tujuan pada praktikum kali ini yaitu untuk mengukur laju tumbuh tanaman jagung. Dengan adanya tujuan tersebut, maka timbul pertanyaan yaitu bagaimanakah laju pertumbuhan tanaman jagung? Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhinya? dan apakah pertumbuhan jagung membentuk kurva sigmoid pertumbuhan?

MATERIAL DAN METODA
Praktikum ini dilakukan hari sabtu, 9 Maret 2012 hinnga sampai tangga 18 Mei 2012 di Laboratorium pendidikan Biologi FKIP untan juga di halaman depan laboratorium Biologi. Waktu pengukuran yaitu mulai rentang jam 14.30 sampai 15.00 dan dilakukan setiap hari sampai tumbuh bunga.
Alat dan bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini kertas milimeter blok, pisau, pot, penggaris, oven, neraca analitik, termometer, dry and wet. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu biji jagung, pupuk serta media tanah (pasir dan tanah bakar) dan air.
Metode
Dipilih bibit jagung yang baik, kemudian direndam. Disiapkan media tanah yang merupakan pencampuran antara pasir dan tanah bakar dengan perbandingan 2 : 1. Media tanah dimasukkan ke dalam 16 pot setiap kelompok dan masing-masing pot diberi label. 8 pot diberi pupuk dan 8 potnya lagi tidak diberi pupuk. Biji jagung yang telah direndam kemudian ditanam ke dalam media tanah sebanyak 7 biji, dimana 2 bijinya hanya sebagai cadangan, jadi yang tetap digunakan hanya 5 biji dari masing-masing pot. Pot tersebut lalu di letakkan pada lapangan terbuka dan disiram secukupnya setiap hari. Dicek pertumbuhannya setiap minggu dengan cara destruktif yaitu khusus untuk pengukuran berat basah dan berat keringnya saja. Tetapi untuk pengukuran suhu tanah, suhu udara, curah hujan, kelembabban, dry, wet, evaporasi, jumlah daun, tinggi tanaman dilakukan seiap hari. Untuk pengukuran yang setiap minggu nya dipisahkan pengukuran batang dan akar nya, kemudian dimasukkan kedalam oven untuk dikeringkan dengan suhu 80˚C, kemudian ditimbang kembali sampel setelah 3 hari yang dikeringkan di oven tersebut. Setelah tumbuhan jagung tersebut berbunga, maka pengukuran selesai, dan dibuat grafik rerata dari pertumbuhan tanaman dan faktor iklim dengan waktu yang absisa. Dibuat estimasi pertumbuhan dengan regresi, dan yang terakhir buat kurva sigmoidnya. 

HASIL PENGAMATAN
Tabel suhu, kelembaban, curah hujan, dry and wet dan evaporasi
Minggu Ke-
Suhu Udara
Kelembaban
Curah Hujan
Dry
Wet
Eva
1
32
53,57
0
38,14
27,71
1,83
2
34
53,85
0
37,56
25,89
1,62
3
32
54,52
0,28
37,24
27,56
2,02
4
36
51,67
0,42
38,37
26,63
1,83
5
36
51,82
0
37,56
25,89
1,73
6
32
55,36
0
38,14
27,71
1,76
7
30
57,35
0,42
37,54
25,57
1,83
8
34
53,57
0,42
38,29
26,56
1,73
9
32
53,57
0,28
36,92
25,32
1,62
10
34
53,85
0
38,14
27,71
1,73
maaf hasil pengamatan gak bisa dimasukin semua, gara2 blog lagi aneh dan suka ngehang sendiri. huhu

PEMBAHASAN
Percobaan kali ini menggunakan jagung (Zea mays) yang bertujuan untuk mengukur laju tumbuh tanaman jagung. Laju  pertumbuhan jagung nantinya akan digambarkan dengan suatu grafik, dengan laju tumbuh ordinat dan waktu pada absis maka grafik tersebut a kan membentuk suatu kurva berbentuk S yang disebut kurva sigmoid. Kurva sigmoid hanya dapat berlaku bagi tumbuhan lengkap, bagian-bagian atau sel-selnya, dan jagung memenuhi syarat itu.Tanaman jagung (Zea mays) ditanam selama 2 bulan 1 minggu sampai menunggu organ generatifnya berkembang. Dilakukan 2 macam perlakuan pada pengamatan laju pertumbuhannya yakni dengan cara nondekstruktif dan destruktif. secara nondekstruktif, tumbuhan jagung dilakukan pengukuran suhu tanah, suhu udara, kelembaban, dry, wet, evaporasi, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Sedangkan pada destruktif , tumbuhan jagung diukur pertumbuhannya dengan mengambil organ tanaman secara lengkap, kemudian mengukur berat basah dan berat kering dari tajuk tanaman (batang dan daun) serta akar.disediakan. dengan adanya pencabutan tanaman pada perlakuan destruktif membuat tanaman yang lainnya lebih cepat tumbuh dibandingkan pertumbuhan tanaman secara nondestruktif. Hal ini dikarenakan saat tanaman dicabut dari pot, maka akan mengurangi persaingan tanaman dalam menyerap zat hara yang ada dalam pot.
Berdasarkan pengamatan tinggi tanaman, jagung yang diberi pupuk memiliki tinggi tanaman lebih tinggi dan batang yang lebih kokok dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi pupuk. Hal ini dikarenakan pupuk memberikan tambahan nutrisi bagi tanaman untuk mengalami pertumbuhan. Diperoleh juga tinggi tanaman pada pengamatan kurva sigmoid mulai minggu pertama sampai minggu kesembilan pertumbuhan tunggi tanamannya logaritmik. Belum terjadi fase linier dan fase penuaan pada tahap ini. Tanaman belum menghasilkan buah. Hal ini sesuai dengan literatur Salisbury dan Ross (1996), Kurva pertumbuhan berbentuk S (Sigmoid) yang ideal, yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan setahun dan beberapa bagian tertentu dari tumbuhan setahun maupun bertahun, dengan mengambil contoh tanaman jagung. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali: fase logaritmik, fase linear, dan fase penuaan. Pada fase logaritmik laju pertumbuhan lambat pada awalnya, tapi kemudian meingkat terus. Padafase linier pertambahan ukuran berlangsung konstan. Fase peuaan dicirakan oleh laju pertumnuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan.
 Dari data percobaan dapat dilihat bahwa jagung mengalami pertambahan tinggi dari minggu pertama rataanya 2,98  hingga minggu kesembilan rataannya menjadi 64,94. Semakin lama, tanaman semakin tinggi. Hal ini terjadi karena jagung melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini sesuai dengan literatur Ashari (1995), pada fase pertumbuhan vegetatif ini ada tiga aspek penting yang perlu diketahui, yaitu pembelahan sel (cell division), pembesaran sel (cell enlargemen), dan diferensiasi (penggandaan) sel (cell differentiation). Terjadinya perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman bisa disebabkan beberapa faktor yakni volume, biomassa, dan diameter umur tanaman mengikuti bentuk ideal pertumbuhan. Hal ini sesuai dengan literatur Latifah (2008), pola pertumbuhan tegakan antara lain dapt dinyatakan dalam bentuk kurva pertumbuhan yang merupakan hubungan fungsional antara sifat tertentu tegakan, antara lain volume, tinggi, bidang dasar, biomassa, dan diameter dengan umur tegakan. Bentuk kurva pertumbuhan tegakan yang ideal akan mengikuti bentuk ideal bagi pertumbuhan organisme yaitu berbentuk kurva sigmoid.Pada pengamatan jumlah daun, terjadi juga pertumbuhan dan perkembangan . hal ini dapat kita lihat Jumlah daun, dari minggu pertama hanya 2- 3 daun, rataan akhir pada minggu kesembilan menjadi 5-6. Hal ini sesuai dengan literatur Novizan (2002), fase vegetatif terjadi pada perkembangan akar, batang, daun dan batang yang baru, terutama saat awal pertumbuhan atau setelah massa berbunga dan berbuah. Terjadi penurunan jumlah daun dan kenaikan jumlah daun merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini sesuai dengan literatur Ashari (1995), pada fase pertumbuhan vegetatif ini ada tiga aspek penting yang perlu diketahui, yaitu pembelahan sel, pembesaran sel, dan diferensiasi (penggandaan) sel. Terdapat juga perbedaan warna daun antara tanaman jagung yang diberi pupuk dan yang tidak. Tanaman yang diberi pupuk akan memiliki warna daun lebih hijau dan lebih banyak dibandingkan tanaman yag tidak diberi pupuk. Hal ini dikarenakan tanaman yang diberui pupuk memiliki nutrisi lebih banyak untuk melakukan metabolisme pertumbuhan
Pengamatan pada panjang daun juga dilakukan, terjadi kenaikan pemanjangan daun setiap minggunya. Meskipun begitu, terjadi perbedaan panjang daun antara pot 1 dengan yang lainnya, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :1.      Kualitas biji Kacang merah Phaseolus vulgaris2.      Sulitnya pematahan dormansi
3.      Kurangnya unsur hara dalam tanah
4.      Kurangnya penyiraman atau pemberian air terhadap tanaman
 Pada perlakuan destruktif, ditambah lagi pengamatan terhadap berat basah dan berat kering bagian atas tanaman dan bagian bawah tanaman(akar). Setelah diamati selama 10 minggu terjadi peningkatan berat dari 0,21 menjadi 0,67. Tidak terlalu banyak perubahan berat dari minggu pertama – minggu terakhir.
Untuk menghitung luas daunnya pada perlakuan destruktif  dibantu dengan kertas HVS yang digunting sesuai dengan bentuk daun sebenarnya dan dapat dimasukkan kedalam rumus sebagai berikut :

   Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan merupaka hasil interaksi antara dua faktor, yaiu faktor luar dan faktor dalam. Faktor dalam adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan sendiri yang berpengaruh terhadap pertumbuhan yang dapa dibedakan menjadi faktor intrasel dan intersel. Yang termasuk faktor intrasel adalah sifat menurun atau faktor hereditas, sedangkan yang termasuk faktor intersel adalah hormone. Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah air tanah dan mineral, kelembaban udara, suhu tanah, cahaya, dan evaporasi, serta curah hujan (Setiono, 2011).
KESIMPULANjagung (Zea mays) merupakan tumbuhan lengkap, bagian-bagian atau sel-selnya sehingga laju pertumbuhannya jika digambarkan pada sebuah grafik dapat membentuk kurva sigmoid. Untuk memperoleh kurva sigmoid dilakukan pengambilan sampel dengan 2 perlakuan berbeda yakni secara nondestruktid dan destruktif. secara nondekstruktif, tumbuhan jagung dilakukan pengukuran suhu tanah, suhu udara, kelembaban, dry, wet, evaporasi, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Sedangkan pada destruktif , tumbuhan jagung diukur pertumbuhannya dengan mengambil organ tanaman secara lengkap, kemudian mengukur berat basah dan berat kering dari tajuk tanaman (batang dan daun) serta akar.disediakan.dilakukan juga perbandingan kurva pada tanaman yang diberi pupuk dan tidak diberi pupuk ternyata lebih tinggi hasilnya pada tanaman yang di beri pupuk. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali: fase logaritmik, fase linear, dan fase penuaan. Terdapat 3 pertumbuhan pada tanaman jagung fase logaritmik, fase linier, dan fase penuaan. Adapun pertumbuhan pada tanaman jagung dipengaruhi oleh faktor internl dan eksternal. Faktor internal dapat berupa faktor hereditas dan hormon, sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jagung antara lan air, tanah, dan mineral, kelembaban udara, suhu, udara, suhu tanah, cahaya, dan evaporasi, serta  curah hujan.
SARANSebaiknya praktikan melakukan perawatan tanaman secara intensif agar diperoleh hasil yang optimal dan dapat sesuai dengan fase-fase pertumbuhan.

 sekali lagi, gambar n grafiknya gak bisa sin tampilin semua, karena keeroran blogger,kalau mau coment aja entar tak dikirimin yang fullnya lewat email.. kk~


No comments :

Post a Comment

 

☞Miss Mong Apple☜ Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez